">Dabrur!! Musik Anti Maling.... Musik anti maling? apa lagi itu .....? Sebenarnya hal ini biasa ditemukan di lingkungan masyarakat Indonesia . Maksud kita ini adalah pekerjaan yang biasa dilakukan warga di lingkungan baik Rukun tetangga(Rt) dan Rukun Warga(Rw) maupun kelurahan yang sering disebut jaga malam atau kata lainnya ronda malam. Yes... di kampung-kampung dan masyarakat pedesaan, berkeliling kampung sambil menjaga keamanan lingkungan dari gangguan maling atau orang-orang kriminal dilakukan sambil membawa kentongan. Kentongan bisa dikategorikan alat musik sederhana terbuat dari seruas bambu atau kayu yang mempunyai lubang gema ditengah. Ini dilakukan untuk menghibur diri dari sepinya malam sambil memberi sinyal kepada siapapun bahwa di desa mereka ada petugas untuk membantu/melayani penduduk dan orang yang memerlukan bantuan jika terjadi sesuatu hal, dan sudah tentu yang paling utama sambil menjaga keamanan lingkungan kampung dan desanya. Karena tugasnya dilakukan bersama-sama, maka mereka beramai-ramai membunyikan kentongan dengan gembira membuat irama dan komposisi musik dadakan. Ini terdengar ketika mereka melewati jalan-jalan desa, Pekerjaan ini dilakukan secara bergilir tiap malam dengan jadwal yang telah ditentukan oleh ketua RT/RW Atau Kepala Desanya. Sungguh suatu pekerjaan yang berguna. Dari cerita ini coba kita renungkan kalau musik ini dibikin serius, apakah tidak akan menghasilkan musik yang bagus? tentu tanpa biaya mahal sambil membuat musik anti maling. So cerita ini dabrur atau bukan ?
21 Maret 2010
Musik Anti Maling
">Dabrur!! Musik Anti Maling.... Musik anti maling? apa lagi itu .....? Sebenarnya hal ini biasa ditemukan di lingkungan masyarakat Indonesia . Maksud kita ini adalah pekerjaan yang biasa dilakukan warga di lingkungan baik Rukun tetangga(Rt) dan Rukun Warga(Rw) maupun kelurahan yang sering disebut jaga malam atau kata lainnya ronda malam. Yes... di kampung-kampung dan masyarakat pedesaan, berkeliling kampung sambil menjaga keamanan lingkungan dari gangguan maling atau orang-orang kriminal dilakukan sambil membawa kentongan. Kentongan bisa dikategorikan alat musik sederhana terbuat dari seruas bambu atau kayu yang mempunyai lubang gema ditengah. Ini dilakukan untuk menghibur diri dari sepinya malam sambil memberi sinyal kepada siapapun bahwa di desa mereka ada petugas untuk membantu/melayani penduduk dan orang yang memerlukan bantuan jika terjadi sesuatu hal, dan sudah tentu yang paling utama sambil menjaga keamanan lingkungan kampung dan desanya. Karena tugasnya dilakukan bersama-sama, maka mereka beramai-ramai membunyikan kentongan dengan gembira membuat irama dan komposisi musik dadakan. Ini terdengar ketika mereka melewati jalan-jalan desa, Pekerjaan ini dilakukan secara bergilir tiap malam dengan jadwal yang telah ditentukan oleh ketua RT/RW Atau Kepala Desanya. Sungguh suatu pekerjaan yang berguna. Dari cerita ini coba kita renungkan kalau musik ini dibikin serius, apakah tidak akan menghasilkan musik yang bagus? tentu tanpa biaya mahal sambil membuat musik anti maling. So cerita ini dabrur atau bukan ?