Tak ada pekerjaan yang tidak terselesaikan jika kita mau berusaha untuk pekerjaan tersebut. Kata itulah mungkin yang akan jadi pengalaman kami selama berkarya di dunia musik perkusi.Tugas yang diberikan kepada kami untuk berpartisipasi dalam Opening Ceremony PON ke XVIII 2012 di Pekan Baru Riau merupakan tugas sulit dengan persiapan yang sempit. Sebuah ungkapan yang dirasakan kami,tapi itu bukan menjadi alasan bagi kami untuk tetap berusaha dengan segala kemampuan memberikan karya musik bagi negeri ini untuk sebuah penghelatan akbar tersebut. Konsep musiknya sendiri memang lebih banyak bernuansa melayu walaupun masih tetap disekitar koridor dunia musik perkusi. Ini menjadi sebuah kebanggaan dan penghargaan yang tak ternilai bagi kami jika ini dapat memberikan karya yang berguna bagi Indonesia khususnya bagi masyarakat bumi lancang kuning Riau,walaupun mungkin tidak sebaik para musisi dan seniman lain di negeri ini. Tapi kami tetap percaya walaupun kami dianggap menghasilkan karya terburukpun kami akan tetap menganggap bahwa ini karya terbaik kami selama bermusik, dan itu akan lebih baik dari pada kami tidak berbuat sesuatu apapun. Puji dan syukur kepada Tuhan atas karuniaNya, akhirnya kami dapat tugas ini...Amien. Tak lupa jabat tangan erat kami kepada teman-teman mahasiswa Universitas Islam Riau yang telah bermain dan membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini Thank's.... semoga bukan yang terakhir bagi kita untuk terus bermain perkusi ....Hatur nuhun.
5 April 2010
Kenali Alat Musik Celempung
Celempung adalah alat musik pukul terbuat dari bambu, dimainkan dengan cara dipukul dengan alat bantu pemukul, berperan seperti kendang sebagai pengatur irama. Penyajian alat musik celempung dinamakan Celempungan. Pertunjukannya dilengkapi alat musik(waditra) Kecapi, rebab, suling dan sebuah goong buyung. Celempung merupakan alat bunyi yang ditiru dari Icikibung, yaitu permainan tradisional berupa pukulan telapak tangan dan gerak sikut di permukaan air,sehingga menghasilkan bunyi unik. Dari bunyi-bunyian pada permainan Icikibung, ditiru lalu dipindahkan pada alat musik dari bambu yang disebut Celempung.
Bahan dasar alat musik celempung yang berbentuk bulat terbuat dari bambu, sedang yang berbentuk segi enam dan segi delapan terbuat dari kayu. Alat pemukulnya terbuat dari bahan bambu atau kayu yang ujungnya diberi kain atau benda tipis agar menghasilkan suara nyaring. Cara memainkan alat musik ini ada dua cara, yaitu a) cara memukul; kedua alur sembilu dipukul secara bergantian tergantung kepada ritme-ritme serta suara yang diinginkan pemain musik,b) pengolahan suara; Yaitu tangan kiri dijadikan untuk mengolah suara untuk mengatur besar kecilnya udara yang keluar dari bungbung (badan) celempung. Jika menghendaki suara tinggi lubang (baham) dibuka lebih besar, sedang untuk suara rendah lubang ditutup rapat-rapat Suara celempung bisa bermacam-macam tergantung kepada kepintaran si pemain musik. Untuk saat ini alat musik ini sudah jarang dimainkan , dalam ensambel celempungan perannya sudah diganti dengan kendang dan kulanter.
29 Maret 2010
Angklung Alat Musik Kami !
Sengaja judul postingan kali ini dibuat demikian, ini untuk menegaskan saja bahwa musik angklung adalah benar-benar asli musik tradisional Indonesia, hasil budaya Indonesia yang tersebar di Indonesia. Alat musik angklung sendiri di daerah Jawa Barat awalnya digunakan sebagai sarana upacara adat atau seni upacara. Di desa Kanekes (baduy) sekarang Propinsi Banten, angklung merupakan seni upacara yang berkaitan dengan berhuma(menanam padi) sampai dengan pelaksanaan panen. Dalam fungsinya sekarang ini alat musik angklung telah berkembang menjadi sarana hiburan maupun tontonan. Alat Musik Angklung dapat disajikan dalam bentuk penyajian kolosal, terutama setelah dikembangkan menjadi Angklung Pak Daeng yang bernada diatonis, lagu-lagunya jadi tidak terbatas pada lagu tradisional Sunda tetapi dapat mengiringi lagu-lagu nasional bahkan lagu Barat dengan penataan musik yang lebih kreatif. Waditra (alat musik )angklung termasuk jenis alat pukul, terbuat dari bahan baku bambu yang dibunyikan dengan cara digoyangkan untuk menghasilkan nada/bunyi dari proses bentrokan antara kaki angklung (bernada), dengan ruas bambu yang menjadi landasannya. Waditra (alat musik) angklung tidak memerlukan alat bantu pemukul seperti Waditra Calung yang sama-sama terbuat dari bambu. Istilah Angklung berasal dari kata angka(nada), lung (patah/hilang); Angklung adalah ada nada yang hilang, atau bagian yang hilang. Angklung Banten terdiri dari empat rumpun. Pertama disebut rumpun (ancak) terkecil dinamakan king-king, kedua disebut inco, ketiga disebut jongjrong dan keempat (terbesar) disebut Gong-gong. Angklung dibuat dari bahan baku bambu biasanya (bambu wulung, bambu temen) dan sebagai bahan pelengkapnya antara lain rotan sebagai tali pengikat, bambu yang baik untuk membuat angklung dipilih bambu yang sudah tua dan kering serta memiliki volume padat. (Waditra Alat-Alat Kesenian Daerah Jawa Barat-Ubun Kubarsah) Untuk lebih mengenal Alat Musik Angklung
21 Maret 2010
Musik Anti Maling
">Dabrur!! Musik Anti Maling.... Musik anti maling? apa lagi itu .....? Sebenarnya hal ini biasa ditemukan di lingkungan masyarakat Indonesia . Maksud kita ini adalah pekerjaan yang biasa dilakukan warga di lingkungan baik Rukun tetangga(Rt) dan Rukun Warga(Rw) maupun kelurahan yang sering disebut jaga malam atau kata lainnya ronda malam. Yes... di kampung-kampung dan masyarakat pedesaan, berkeliling kampung sambil menjaga keamanan lingkungan dari gangguan maling atau orang-orang kriminal dilakukan sambil membawa kentongan. Kentongan bisa dikategorikan alat musik sederhana terbuat dari seruas bambu atau kayu yang mempunyai lubang gema ditengah. Ini dilakukan untuk menghibur diri dari sepinya malam sambil memberi sinyal kepada siapapun bahwa di desa mereka ada petugas untuk membantu/melayani penduduk dan orang yang memerlukan bantuan jika terjadi sesuatu hal, dan sudah tentu yang paling utama sambil menjaga keamanan lingkungan kampung dan desanya. Karena tugasnya dilakukan bersama-sama, maka mereka beramai-ramai membunyikan kentongan dengan gembira membuat irama dan komposisi musik dadakan. Ini terdengar ketika mereka melewati jalan-jalan desa, Pekerjaan ini dilakukan secara bergilir tiap malam dengan jadwal yang telah ditentukan oleh ketua RT/RW Atau Kepala Desanya. Sungguh suatu pekerjaan yang berguna. Dari cerita ini coba kita renungkan kalau musik ini dibikin serius, apakah tidak akan menghasilkan musik yang bagus? tentu tanpa biaya mahal sambil membuat musik anti maling. So cerita ini dabrur atau bukan ?
Ada Kuda Mengerti Musik
Tunggu dulu dabrur atau bukan jika ini benar terjadi. Di daerah Sumedang Jawa Barat kesenian ini tumbuh dan dikenal dengan kesenian Kuda Renggong, pertunjukannya sebenarnya tidak memakai kuda ajaib seperti yang anda bayangkan tetapi menampilkan kuda yang biasa digunakan manusia sebagai tunggangan tetapi telah dilatih sehingga kuda ini bisa menari mengikuti irama musik yang dipertunjukan . Musiknya biasanya memakai seperangkat alat musik yang biasa dipakai untuk pencak silat, seperti dua set kendang, goong, tarompet, bedug dan alat musik tambahan. Kesenian ini biasanya dipertunjukan sebagai kesenian helaran (jalanan/di jalan ) dipakai untuk hiburan acara khitanan anak,tapi perkembangannya kini dipakai pula sebagai pertunjukan untuk atraksi-atraksi acara ceremonial lainnya. Untuk kesenian ini di daerah Sumedang sering diadakan festival khusus untuk memilih group kuda renggong terbaik dengan berbagai atraksi-atraksi dari group yang tampil. Sungguh ini adalah sebuah atraksi kesenian yang menarik untuk dipertunjukan dan kita tonton. Dari pertunjukan kesenian ini kita dapatkan suatu renungan ternyata benar kuda ataupun binatang bisa juga mengerti musik, Ini adalah anugerah Tuhan yang diberikan pada semua mahkluk, hanya kesombongan manusia saja yang menganggap dirinya paling sempurna dan menganggap mahkluk lain tidak berdaya. Yes! untuk cerita ini Dabrur atau bukan ?



