13 September 2012

Bermain Perkusi Di Bumi Lancang Kuning

Tak ada pekerjaan yang tidak terselesaikan jika kita mau berusaha untuk pekerjaan tersebut. Kata itulah mungkin yang akan jadi pengalaman kami selama berkarya di dunia musik perkusi.Tugas yang diberikan kepada kami untuk berpartisipasi dalam Opening Ceremony PON ke XVIII 2012 di Pekan Baru Riau merupakan tugas sulit dengan persiapan yang sempit. Sebuah ungkapan yang dirasakan kami,tapi itu bukan menjadi alasan bagi kami untuk tetap berusaha dengan segala kemampuan memberikan karya musik bagi negeri ini untuk sebuah penghelatan akbar tersebut. Konsep musiknya sendiri memang lebih banyak bernuansa melayu walaupun masih tetap disekitar koridor dunia musik perkusi. Ini menjadi sebuah kebanggaan dan penghargaan yang tak ternilai bagi kami jika ini dapat memberikan karya yang berguna bagi Indonesia khususnya bagi masyarakat bumi lancang kuning Riau,walaupun mungkin tidak sebaik para musisi dan seniman lain di negeri ini. Tapi kami tetap percaya walaupun kami dianggap menghasilkan karya terburukpun kami akan tetap menganggap bahwa ini karya terbaik kami selama bermusik, dan itu akan lebih baik dari pada kami tidak berbuat sesuatu apapun. Puji dan syukur kepada Tuhan atas karuniaNya, akhirnya kami dapat tugas ini...Amien. Tak lupa jabat tangan erat kami kepada teman-teman mahasiswa Universitas Islam Riau yang telah bermain dan membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini Thank's.... semoga bukan yang terakhir bagi kita untuk terus bermain perkusi ....Hatur nuhun.

11 Januari 2012

Ole-ole Palembang

Tahun 2012 .... ya! ya! sudah tahun 2012 ... hampir setahun lebih  tidak nulis apa-apa di blog kita, tapi bukan berarti kita tidak beraktivitas, malah kita sibuk semua. Para kurawa ada yang yang sibuk bisnis, sibuk mancing di laut dan ada juga yang sekolah S2, S3. Tapi kalau urusan manggung cari job pasti akan selalu kompak kumpul.Oh ya Tahun 2011 sebenarnya kita masih terlibat diberbagai acara, seperti salah satu acara yang tidak akan kami lupakan,akhir tahun 2011 kemarin Idea Percussion kebagian mengisi salah satu event besar pesta olahraga Asia Tenggara Sea Games di Palembang. Hampir sebulan berada di sana dan garap komposisi Perkusi Nusantara bersama seniman, pelajar, mahasiswa, Palembang. Untuk Komposisinya kita buat dengan memadukan berbagai ragam motif tabuh perkusi dari seluruh Indonesia,walaupun mungkin tidak semua propinsi terwakili, tapi minimal kita berusaha menampilkan berbagai macam tabuhan perkusi Nusantara yang bisa dikomposisikan ke dalam satu kosep garapan. Satu kebanggan bagi kami dapat berpartisipasi di acara tersebut, dan mungkin event seperti itu tidak akan terjadi dua kali bagi kami.Untuk itu Idea Percussion melalui tulisan ini, mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat,terutama rekan-rekan seniman dan para percusionis palembang yang telah membantu kami dalam mensukseskan SEA GAMES 2011. Hatur nuhun.....Thank you so much!

1 Juni 2010

Small instrument ?...

Sengaja judul postingan kali ini sedikit berbahasa Inggris, karena kali ini membahas sebuah alat musik yang bentuknya kecil tetapi tidak sekecil yang kita kira. Yes!  biar orang seluruh dunia tahu di Indonesia ada  alat musik yang menarik untuk diketahui. Toleat ?   Toleat adalah sejenis alat musik suling yang berlubang  enam,berperan sebagai melodi dalam hiburan masyarakat Subang Jawa Barat. Bentuknya sama dengan suling lubang enam, tetapi ukurannya lebih pendek, tepatnya berukuran panjang kira-kira 30 cm s/d 40 cm. Dalam penyajiannya Toleat biasanya disertai dua buah kecapi siter, dua buah kendang kecil (kulanter) dan goong gantung, biasa membawakan lagu-lagu kawih (kliningan), serta pop Sunda. Sama seperti suling alat ini juga dimainkan dengan cara ditiup. nah bagaimana ingin lebih mengenal alat musik ini ?

1 Mei 2010

Melatih Pendengaran Kita

Dabrur! Melatih pendengaran kita melalui pedagang keliling. Di Indonesia memang banyak keunikan yang tidak terpikirkan oleh kita, padahal kejadian yang biasanya sepele bisa bermanfaat juga. Seperti judul tulisan kali ini, melatih pendengaran kita dengan pedagang keliling bukanlah sesuatu hal yang bohong, setiap hari pagi, siang, dan malam, disetiap gang dan jalan-jalan di lingkungan di Indonesia, sudah tidak aneh lagi jika pendengaran kita  disuguhi berbagai macam bunyi-bunyian yang unik dari para pedagang keliling, mereka membunyikan mangkuk, wajan, kohkol,  lonceng kecil,dsb. Untuk menarik kita membeli dagangan mereka baik itu baso,bubur,mie tek-tek,sate dll. Anehnya  tidak disadari bahwa pendengaran kitapun sebenarnya jadi terlatih dapat membedakan mana pedagang langganan dan yang bukan. Coba buktikan sendiri, bagi yang setiap hari  membeli dagangan/jajanan pasti pendengarannya sudah jago membedakan ini langganan kamu.... dan yang bukan. Padahal si pedagang tidak mempunyai rumus atau teori apapun, cukup membunyikan sedikit komposisi pukulan dadakan lewat mangkuk,wajan,gelas, dsb. Bunyi-bunyi media mangkuk,wajan dsb...Tek..tek.tektek..tektek atau ting..ting tingting.. dogdog...dog.dog apapun bunyinya yang dimainkan  pedagang, telinga anda akan akrab dan hapal untuk membedakan mana pedagang langganan atau bukan. Tidak hanya dari motif-motif pukulannya saja yang membuat pendengaranmu peka, tapi dari jenis media yang digunakan. Coba jenis media yang digunakan seperti mangkuk dan piring mereka diganti dengan mangkuk lain yang timbre suaranya sedikit berbeda, walaupun motif pukulannya sama telinga anda akan bertanya-tanya ini pedagang langganan atau bukan. Kejadian unik ini teringat pada cerita seorang pedagang mie tektek langganan kita,ketika dia mengganti wajan lama yang biasa dibunyikan dengan  wajan baru eh.....malah omzet penjualannya menurun dalam semalam, wuih...aneh tapi nyata  ini bisa terjadi.  Oke siapa yang mau meneliti untuk tesis,skripsi ataupun sejenisnya  kayaknya unik juga untuk diteliti, siapa tahu jadi sarjana peneliti keunikan bunyi mie tek-tek. he...he....he. Cerita ini dabrur atau bukan?

5 April 2010

Kenali Alat Musik Celempung

Celempung adalah alat musik pukul terbuat dari bambu, dimainkan dengan cara dipukul dengan alat bantu pemukul, berperan seperti kendang sebagai pengatur irama. Penyajian alat musik celempung dinamakan Celempungan. Pertunjukannya dilengkapi alat musik(waditra) Kecapi, rebab, suling dan sebuah goong buyung. Celempung  merupakan alat bunyi yang ditiru dari Icikibung, yaitu permainan tradisional berupa pukulan telapak tangan dan gerak sikut di permukaan air,sehingga menghasilkan bunyi unik. Dari bunyi-bunyian pada permainan Icikibung, ditiru lalu dipindahkan pada alat musik dari bambu yang disebut Celempung.
Bahan dasar alat musik celempung yang berbentuk bulat terbuat dari bambu, sedang yang berbentuk segi enam dan segi delapan terbuat dari kayu. Alat pemukulnya terbuat dari bahan bambu atau kayu yang ujungnya diberi kain atau benda tipis agar menghasilkan suara nyaring. Cara memainkan alat musik ini ada dua cara, yaitu a) cara memukul; kedua alur sembilu dipukul secara bergantian tergantung kepada ritme-ritme serta suara yang diinginkan pemain musik,b) pengolahan suara; Yaitu tangan kiri dijadikan untuk mengolah suara untuk mengatur besar kecilnya udara yang keluar dari bungbung (badan) celempung. Jika menghendaki suara tinggi lubang (baham) dibuka lebih besar, sedang untuk suara rendah lubang ditutup rapat-rapat Suara celempung bisa bermacam-macam tergantung kepada kepintaran si pemain musik. Untuk saat ini alat musik ini sudah jarang dimainkan , dalam ensambel celempungan perannya sudah diganti  dengan kendang dan kulanter.



29 Maret 2010

Angklung Alat Musik Kami !

Sengaja judul postingan kali ini dibuat demikian, ini untuk menegaskan saja bahwa musik angklung adalah benar-benar asli musik tradisional Indonesia, hasil budaya Indonesia yang tersebar di Indonesia. Alat musik angklung sendiri di daerah Jawa Barat awalnya digunakan sebagai sarana upacara adat atau seni upacara. Di desa Kanekes (baduy) sekarang Propinsi Banten, angklung merupakan seni upacara yang berkaitan dengan berhuma(menanam padi) sampai dengan pelaksanaan panen. Dalam fungsinya sekarang ini alat musik  angklung telah berkembang menjadi sarana hiburan maupun tontonan. Alat Musik Angklung dapat disajikan dalam bentuk penyajian kolosal, terutama setelah dikembangkan menjadi Angklung Pak Daeng yang bernada diatonis, lagu-lagunya jadi tidak terbatas pada lagu tradisional Sunda tetapi dapat mengiringi lagu-lagu nasional bahkan lagu Barat dengan penataan musik yang lebih kreatif. Waditra (alat musik )angklung termasuk jenis alat pukul, terbuat dari bahan baku bambu yang dibunyikan dengan cara digoyangkan untuk menghasilkan nada/bunyi dari proses bentrokan antara kaki angklung (bernada), dengan ruas bambu yang menjadi landasannya. Waditra (alat musik) angklung tidak memerlukan alat bantu pemukul seperti Waditra Calung yang sama-sama terbuat dari bambu. Istilah Angklung berasal dari kata angka(nada), lung (patah/hilang); Angklung adalah ada nada yang hilang, atau bagian yang hilang. Angklung Banten terdiri dari empat rumpun.  Pertama disebut rumpun (ancak) terkecil dinamakan king-king, kedua disebut inco, ketiga disebut jongjrong dan keempat (terbesar) disebut Gong-gong. Angklung dibuat dari bahan baku bambu biasanya (bambu wulung, bambu temen) dan sebagai bahan pelengkapnya antara lain rotan sebagai tali pengikat, bambu yang baik untuk membuat angklung dipilih bambu yang sudah  tua dan kering serta  memiliki volume padat. (Waditra Alat-Alat Kesenian Daerah Jawa Barat-Ubun Kubarsah) Untuk lebih mengenal Alat Musik Angklung

21 Maret 2010

Musik Anti Maling



">Dabrur!! Musik Anti Maling.... Musik anti maling? apa lagi itu .....? Sebenarnya hal ini biasa ditemukan di lingkungan masyarakat Indonesia . Maksud kita ini adalah pekerjaan yang biasa dilakukan warga di lingkungan baik Rukun tetangga(Rt) dan Rukun Warga(Rw) maupun kelurahan yang sering disebut jaga malam atau kata lainnya ronda malam. Yes... di kampung-kampung dan masyarakat pedesaan,  berkeliling kampung sambil menjaga keamanan lingkungan dari gangguan maling atau orang-orang kriminal dilakukan sambil membawa kentongan. Kentongan bisa dikategorikan alat musik sederhana terbuat dari seruas bambu atau kayu yang mempunyai lubang gema ditengah. Ini dilakukan untuk menghibur diri dari sepinya malam sambil memberi sinyal kepada siapapun bahwa di desa mereka ada petugas untuk membantu/melayani penduduk dan orang yang memerlukan bantuan  jika terjadi sesuatu hal,  dan sudah tentu yang paling utama sambil menjaga keamanan lingkungan kampung dan desanya. Karena  tugasnya  dilakukan bersama-sama,  maka mereka beramai-ramai membunyikan kentongan dengan gembira membuat irama dan komposisi musik dadakan.  Ini terdengar ketika mereka melewati jalan-jalan desa,  Pekerjaan ini  dilakukan secara bergilir tiap malam dengan jadwal yang telah ditentukan oleh ketua RT/RW Atau Kepala Desanya. Sungguh suatu pekerjaan yang berguna. Dari cerita ini  coba kita renungkan kalau musik ini dibikin serius, apakah tidak  akan menghasilkan musik yang bagus? tentu tanpa  biaya  mahal sambil membuat musik anti maling. So cerita ini dabrur atau bukan ?

Ada Kuda Mengerti Musik

 Tunggu dulu dabrur atau bukan jika ini  benar terjadi. Di daerah Sumedang Jawa Barat kesenian ini tumbuh dan  dikenal dengan kesenian  Kuda Renggong, pertunjukannya  sebenarnya tidak memakai kuda ajaib seperti yang anda bayangkan tetapi  menampilkan  kuda yang biasa digunakan manusia sebagai tunggangan  tetapi telah dilatih sehingga kuda ini bisa menari mengikuti irama musik yang dipertunjukan . Musiknya  biasanya  memakai  seperangkat alat musik yang biasa dipakai untuk pencak silat, seperti dua set kendang, goong, tarompet, bedug dan alat musik tambahan. Kesenian ini biasanya dipertunjukan sebagai kesenian helaran (jalanan/di jalan ) dipakai untuk hiburan acara khitanan anak,tapi  perkembangannya kini dipakai pula sebagai pertunjukan untuk atraksi-atraksi  acara ceremonial lainnya. Untuk kesenian ini di daerah Sumedang    sering diadakan festival khusus untuk memilih group kuda renggong  terbaik  dengan berbagai atraksi-atraksi dari group yang tampil. Sungguh ini adalah sebuah atraksi kesenian yang menarik untuk dipertunjukan dan kita tonton.  Dari pertunjukan kesenian ini kita dapatkan suatu renungan ternyata benar kuda ataupun binatang bisa juga mengerti musik,  Ini adalah anugerah Tuhan yang diberikan pada semua mahkluk,  hanya   kesombongan manusia saja yang menganggap dirinya  paling sempurna dan  menganggap mahkluk lain tidak berdaya. Yes! untuk cerita ini  Dabrur atau bukan  ?

10 Maret 2010

Naon ari Rebab?

Naon Ari Rebab? Apa Itu Rebab? Rebab adalah sejenis alat musik tradisional yang masuk kategori alat musik gesek, karena bunyi yang dihasilkan alat musik ini bersumber dari kawat yang dimainkannya dengan cara digesek. Kata Rebab sendiri berasal dari kata Rabab (Bahasa Persia) yang artinya sedih. Pengertian ini sesuai dengan karakter lagu yang dibawakan yaitu lagu-lagu sedih yang menyayat hati. Dari semua alat musik Sunda yang ada, alat musik rebab merupakan waditra (alat musik)yang paling tepat untuk membawakan lagu-lagu yang bernuansa sedih.
Alat musik ini sendiri terbuat dari bahan kayu,kawat, dan kulit dengan bahan tambahan kain. Cara memainkannya rebab dimainkan dengan menggesek kawat dan menekan kawat(nengkep), musik ini digunakan dalam penyajian kesenian tradisional seperti pada gamelan pelog/salendro dalam kliningan, wayang golek, kacapian. dll.( Waditra:Ubun Kubarsah)


9 Maret 2010

Dabrur .......!! Bermain Musik Dalam Air

Dabrur lah! bermain musik dalam air (Omong kosong! bermain musik dalam air) ,  tentu itu yang ada dipikiran anda. Memang kalau kita pikir bisa ya dan bisa tidak, tapi main musik dalam air yang mana dulu?  sebab yang akan kita bahas di topik ini adalah sebuah permainan jaman dahulu yang  sudah jarang dilakukan oleh anak-anak sekarang disebut Icikibung.  Bermain musik Dalam Air (Icikibung) bagi  anda yang usianya tidak muda lagi sebenarnya lebih ke mengingat memori masa kecil, memang permainan ini sudah jarang dilakukan oleh anak-anak lagi ketika  mereka bermain,baik di sungai,di kolam pemandian,danau,ataupun laut. permainan ini dahulu dilakukan  sambil mereka mandi dengan gembiranya. Di daerah  Kuningan Jawa Barat Dikenal dengan istilah Nyiblung, yes!  permainan ini  dilakukan  santai tidak seserius  seperti layaknya pertunjukan musik,  walaupun sebenarnya mereka sedang  bermain musik yang unik.  Sangat sederhana sekali,  yaitu hanya memainkan tangan,kaki, maupun badan mereka untuk mendapatkan  bunyi-bunyi air sehingga menghasilkan suara-suara yang sesuai dengan selera mereka. ....kecipak, ...kecipung,  blung,....blang......gejebur.....gedublar ...ataupun apalah istilahnya suara-suara air yang dimainkan begitu enak untuk didengar, tergantung kepandaian seseorang memainkan tangan,kaki dan badannya untuk menghasilkan nada treble maupun Bass,   sungguh  sebuah pendidikan musik bagi anak-anak yang murah meriah tapi cukup berguna. Bermain, membersihkan diri, dan tentu saja bermain musik gratis! yes! kapan anak-anak sekarang bisa mengenal lagi permainan ini,tentu sudah menjadi  kewajiban kita orang yang lebih tua untuk mengenalkannya  pada anak-anak sekarang ..... semoga saja ......... Nah Bahasan topik ini  Dabrur atau Bukan Ya?